Selasa, 24 Juni 2025. Sekira pukul 2 dini hari. Seorang warga yang sudah sepuh dan tinggal di rumah sendirian melakukan chat di group WhatsApp RT. Mengatakan sedang sakit. Namun oleh karenaa waktu itu sudah larut malam, mungkin warga lainnya sedang istirahat tidur. Sehingga pagi harinya, saya inisiatif untuk chat warga tersebut melalui group. Namun tidak ada jawaban. Segera saya menuju rumah beliau yang kebetulan tidak jauh dari rumah.
Beberapa kali saya ucapkan salam, namun tidak ada jawaban. Dari pengamatan saya sekilas, ada pergerakan didalam rumah yang menandakan adanya orang didalam rumah tersebut. Saya masih berpikiran positif, ah mungkin pemilik rumah sedang di kamar mandi atau
mungkin persiapan masak sehingga salam saya tidak terdengar oleh beliau.Singkat cerita, sayapun segera melaporkan kejadian ini ke group pengurus RT, sementara itu saya melanjutkan pekerjaan dan bersiap menuju toko perlengkapan produksi untuk berbelanja. Tidak berselang lama, pengurus RT memberitahukan kalau omah (sebutan akrab pemilik rumah), sedang sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, dan segera.
Saya yang tadinya sedang melakukan perjalanan belanja menuju ke toko perbelanjaan segera berputar balik sebelum sampai toko. Meskipun belum sampai toko tujuan, namun masih ada alternatif dengan berbelanja di toko lain yang letaknya kebetulan melewati jalur pulang.
Setiba di rumah omah, ternyata sudah banyak ibu-ibu (para tetangga) yang sedang berada di kamar omah. Mereka bersiap membantu tindakan apapun yang akan dibutuhkan.
Bertemu dengan teh Rika (salah seorang pengurus RT), saya langsung mencari pinjaman kendaraan yang bisa digunakan untuk membawa omah ke rumah sakit. Beberapa waktu berkeliling belum juga membuahkan hasil. Sekira 20 menit kemudian, kami menemukan pinjaman sebuah mobil untuk membawa omah ke rumah sakit.
Kang Romi, saat itu sedang mengantar pesanan ke rumah-rumah warga, karena beliau wirausaha tangguh yang berprofesi menjadi owner air isi ulang dan penjualan gas elpiji. Kebetulan juga berada disitu untuk siap siaga membantu bilamana ada warga yang harus melakuakn tindakan mendesak dan mendadak. Kami percayakan pada kang Romi untuk membantu membawa omah ke rumah sakit untuk mengemudikan mobil.
Kebetulan seorang anak omah bertempat tinggal di jalur yang akan dilalui mobil pembawa omah. Kemudian salah seorang pengurus RT lainnya (teh Lenny), menyusul anak omah tersebut dan memberitahukan untuk mencegat mobil yang mambawa omah agar bisa berangkat bersama ke rumah sakit dengan mobil tersebut.
Karena omah memiliki riwayat pengobatan di rumah sakit Immannuel, maka kami menuju ke rumah sakit tersebut.
Setibanya di rumah sakit Immannuel, omah langsung dibawa ke IGD. Teh Rika segera gerak cepat untuk mengurus adminstrasinya. Dan omah langsung masuk ke ruang IGD.
Saya dan kang Romi menunggu di ruang tunggu IGD. Dan tidak berselang lama, kamipun minta izin untuk pulang setelah kami memastikan apakah omah akan dirawat inap ataukan bisa pulang pada hari yang sama. Dan omah harus dirawat inap.
Sekian dulu posting kali ini. Bilamana ada warga RT 08 yang mau mengirimkan artikel apapun atau sekadar posting kejadian-kejadian yang terjadi di lingkungan sekitar, silakan hubungi saya untuk kita sama-sama ngeblog disini.



.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar